Home / BISNIS / Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Tanah Agar Cepat Panen

Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Tanah Agar Cepat Panen

Budidaya ikan nila di kolam tanah tidaklah sulit, ikan nila merupakan ikan yang masih satu kerabat dengan ikan mujair, kedua species ikan ini mempunyai kemampuan beradaptasi yang sangat baik, dan mudah berkembang biak.

budi daya ikan nila di kolam tanah

Di alam bebas ikan nila banyak di temukan di perairan air tawar seperti sungai, waduk, dan danau, ikan nila bisa baertahan hidup pada suhu 20 sampai 35 celcius, ikan nila termasuk ikan yang bisa memakan segalanya atau omnivora, makanan alaminya adalah plangton, tumbuhan air dah bebagai hewan air lainnya.

Untuk memulai budidaya ikan nila merah ada beberapa faktor penting yang harus di perhatikan  sebagai berikut

1. Bibit Ikan Nila 

bibit ikan nila

Pemilihan bibit merupakan faktor yang sangat penting dalam keberhasilan budidaya ikan nila, untuk hasil maksimal sebaiknya  anda memilih jenis kelamin jantan, karena pertumbuhan ikan nila merah  jantan lebih cepat 40 % dari pada ikan nila merah betina. ini di karenakan ikan nila jantan lebih gambang berkembang biak dari pada ikan nila betina, budidaya ikan nila dengan cara monoseks ini lebih produktif dari pada campuran kecuali jika anda mau memlihara ikan nila dalam waktu yang lama dan ingin mengembang biak kannya.

2. Persiapan Kolam

Budidaya ikan nila bisa mengunakan berbagai jenis kolam seperti kolam tanah, semen, terpal, jaring terapai dan tambak air payau. dari  berbagai jenis kolam tersebut, kolam tanah paling banyak di gunakan, karena cara membuatnya cukup mudah dan biaya konstruksinya murah, keunggulan lain kolam tanah adalah bisa menjadi tempat tumbuhnya berbagai hewan yang bermamfaat sebagai pakan alami bagi ikan nila merah, sehingga bisa mengurangi pembelian pakan buat ikan nila.

Untuk memulai budidaya ikan nila di kolam tanah kita  perlu melakukan  langkah-langkah persiapan pengolahan tanah yaitu sebagai berikut:

  • Pengeringan dasar kolam ⇒ kolam di keringkan dengan cara di jemur selama 3 sampai 7 hari tergantung kondisi cuaca, sebagai patokan penjemuran bisa di tandai dengan tanah retak-retak namun tidak sampai membatu bila diijak masi meninggalkan jejak kaki sedalam 1 sampai  2 cm.
  • pada permukaan tanah kolam dilakukan penbajakan atau di cangkul sedalam 10 cm serta membersihkan kerikil dan kotoron yang berada di dasar kolam, anda juga harus membersihkan lumpur hitam yang berbau busuk yang berasal dari pakan ikan yang mengendap. Kolam yang sudah lama di pakai biasanya memiliki tingkat keasaman yang rendah, untuk menetralkannya anda harus melakukan pengapuran, untuk pengapuran anda bisa memakai dulumit atau kapur pertanian, kapur diaduk secara merata dan masukan kedalam kolam dan biarkan meresap sedalam 10 cm dan diamkan selama 2 atau 3 hari.
  • Pemupukan  gunakan pupuk organik, jenisnya bisa pupuk kompos atau pupuk kandang yang berguna untk mengembalikan kesuburan tanah, dosisnya sebanyak 1 atau 2 ton perhektar, bubuk di tebar merata di dasar kolam diamkan selama 1 sampai 2 minggu, setelah itu anda juga bisa menabahkan pupuk urea diamkan selama 1 sampai 2 hari, tujuan pemumukan adalah untuk memberikan nutrisi bagi hewan dan tumbuhan renik yang ada di lingkungan kolam sehingga hewan atau tumbuhan tersebut bisa di mamfaatkan sebagai pakan alami ikan .
  • pengairan  dilakukan secara bertahap  pertama alirkan air kedalam kolam sedalam 10 sampai 20 cm diamkan selama 3 sampai 5 hari, biarkan sinar matahari menembus dasar kolam dengan sempurna untuk memberikan kesempatan gangang atau organisme air lainnya tumbuh, setelah itu isi air kolam sampai dengan ketinggian 60 atau 75 CM .

3. Penembaran Benih

Kolam yang telah terisi air sedalam 60 sampai 75 cm siap untuk di tebari benih ikan nila, pada tebar kolam tanah untuk budidaya ikan nila adalah sebanyak 15 sampai 30 ekor permeter persegi dengan asumsi ukuran benih 10 sampai 20 gr/ekor dan akan di panen dengan ukuran 300 gram/ekor, sebelum benih di tebar hendaknya melewati tahap adaptasi terlebih dahulu gunanya agar benih ikan nila terbiasa dengan kondisi kolam sehingga resiko kematian pun bisa di tekan, caranya  adalah dengan memasukan wadah yang berisi benih ikan kedalam air kolam biarkan selama beberapa jam agar ikan keluar dan lepas dengan sendirinya.

4. Pemeliharaan Nila 

budi daya ikan nila di kolam tanah

Setelah smua pesiapan selesai di lakukan dan bibt sudah di tebarkan kedalam kolam langkah selanjutnya adalah merawat ikan nila hingga usia panen 3 hal yang paling penting dalam pemeliharaan budidaya ikan nila adalah 

  • Pengelolaan Air   Agar pertumbuhan budidaya ikan nila maksimal pantau kualitas air kolam, parameter penentu kualitas air kolam adalah kandungan oksigen dan ph air bisa juga dilakukan pemantauan kadar co2 nh3 dan h2s bila memungkinkan, bila kandungan oksigen dalam kolam menurun, perderas sirkulasi air dengan cara memperbesar debit air, bila kolam sudah banyak mengandung nh3 dan h2s yang ditandai dengan bau busuk segera lakukan penggantian air caranya dengan mengeluarkan air kotor sebesar 1/3 nya kemudian tambah air baru dalam keadaan normal pada kolam seluar 100M pesegi atur debit air sebesar 1 liter perdetik .
  • Pemberian Pakan  Pengelolaan pakan sangat penting dalam budidaya ikan nila dan  biaya pakan merupakan biaya paling besar dalam budidaya ikan nila, berikan pakan berupa pelet dengan kadar protein 20 sampai 30 %, ikan nila membutuhkan pakan sebanyak 3% dari berat tubuhnya setiap hari, pemberian pakan bisa anda lakukan pada pagi dan sore hari dan setiap 2 minggu sekali ambil sampel ikan nila secara acak kemudian timbang bobotnya lalu sesuaikan jumlah pakan yang harus di berikan .

Perhitungan Dosis Pakan Budidaya Ikan Nila 

Dalam 1 kolam terdapat 1500 ekor ikan nila berukuran 10-20 gram /ekor.

Rata-rata bobot ikan –> (10+20)/2 =15 gram/ekor

Perhitungan pakannya –> 15 x 1500 x 3% =675 gram = 6,75 kg per hari

Cek bobot ikan setiap 2 minggu untuk menyesuaikan jumlah pakan

 

  • Pengendalian Hama Dan Penyakit  ⇒ Seperti yang di sebutkan sebelumnya, ikan nila merupaka ikan yang tahan banting, pada situasi normal penyakit ikan nila tidak banyak menghawatirkan, namun bila budi daya ikan nila sudah dilakukan secara terus menerus dan massal resiko serangan penyakit harus di waspadai, penyebaran penyakit ikan sangat cepat, khususnya untuk jenis penyakit infeksi yang menular.

5. Pemanenan Ikan Nila 

 

Waktu yang di perlukan untuk budidaya ikan nila mulai dari penebaran benih hingga panen mengacu pada kebutuhan pasar, ukuran ikan nila untuk pasar domestik berkisar 300 sampai 500 gram per ekor, untuk memelihara ikan nila dari ukuran 10 sampa 20 gram hingga menjadi 300 sampai 500 gram di butuhkan waktu sekitar 4 sampai 6 bulan. 

Itulah ulasan artikel tentang Cara Budidaya Ikan Nila Di Kolam Tanah Agar Cepat Panen  semoga bermafaat terima kasih  😀 😀  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oopsst..!! Ga boleh copas yaaa :D