Home / Wisata / Melihat Destinasi Wisata Budaya Kerajaan Minang Kabau

Melihat Destinasi Wisata Budaya Kerajaan Minang Kabau

Istana Pagaruyung

Bocahweb.com-Indonesia dikenal dengan berbagai macam ragam budaya,tak heran indonesia di sebuat surganya wisata budaya. Salah satunya di sumatera barat yaitu budaya minang kabau, jika anda berkunjung ke kabupaten tanah datar tepat nya di desa atau nagari pagaruyung ada terdapat sebuah istana yang dulunya merupakan sebuah kerajaan besar di minang kabau yaitu Istana Pagaruyung 

istanapagaryung

Istana Pagaruyung ini terletak 5 Kilometer dari pusat Batusangkar. Tepatnya di Jl. Sutan Alam Bagagarsyah, Nagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.

Struktur Bangunan Istana Pagaruyung

istano pagaruyung

Sekitar abad ke-17 Istana Pagaruyung mulai didirikan. Istana ini berbentuk rumah panggung dengan atapnya yang mirip dengan tanduk kerbau. Orang Minangkabau menyebutnya dengan gonjong. terdapat 11 gonjong yang unik dengan atapnya yang terbuat dari ijuk (serat alami yang diolah dari pohon enau/aren/nira).

Istana ini memiliki tiga lantai dengan 72 tonggak yang digunakan sebagai penyangga utama. Ornamen dengan ukiran berwarna-warni khas motif Minang di buat untuk menghiasi dinding istana. Lebih dari 50 jenis motif yang digunakan dan setiap motifnya memiliki arti tersendiri dari falsafah budaya Minangkabau.

Lantai pertama memiliki ruangan yang sangat besar, digunakan sebagai tempat utama raja dalam memimpin pemerintahan. Singgasana raja berada pada bagian tengah. Pada lantai ini juga terdapat beberapa kamar yang di gunakan oleh putri raja yang telah menikah. Orang Minang menyebut kamar dengan “Bilik”.

Bilik yang ada di lantai pertama ini juga diatur dan disusun untuk di tinggali oleh para putri raja dan keluarganya. Bilik ini dibagi menjadi 2 bagian yaitu pangkal rumah dan ujung rumah. Pangkal Rumah, digunakan oleh putri raja paling tua bersama dengan keluarganya. Bilik berikutnya sampai ujung rumah untuk adiknya yang telah menikah dan bekeluarga.

Lantai kedua Istana Pagaruyung memiliki ruangan yang hampir sama besar dengan lantai pertama, digunakan oleh putri raja yang belum menikah untuk beraktivitas dan juga terdapat beberapa kamar (bilik) untuk mereka tinggali.

Lantai ketiga juga terdapat ruangan yang tidak terlalu besar, digunakan oleh raja dan permaisurinya untuk melihat kondisi istana di luar karena tempatnya yang tinggi. Posisi ruangan ini tepat berada di paling atas istana di bawah atap gonjong bagian tengah.

Peninggalan Kebudayaan Kerajaan Pagaruyung 

7 hal yang menarik yang bisa dilihat dalam istana pagaruyung 

jika anda memasuki istana pagaruyung ada beberapa hal menarik yang anda bisa lihat

1. Batu Tapakan

Ketika anda melihat sebuah jenjang di depan istana. Pada bagian bawahnya ada Batu Tapakan. Batu ini merupakan sebuah benda yang digunakan sebagai tempat tumpuan kaki. Jadi, sebelum masuk ke istana, di haruskan mencuci kaki terlebih dahulu.

Di samping jenjang juga sudah ada air yang tersimpan di dalam sebuah guci yang dilengkapi dengan cibuak (Gayung Air).

2. Anjuang Perak

Anjuang Perak ini berada di lantai pertama pada sisi paling kiri (ujuang rumah) yang berfungsi sebagai lokasi rapat atau bermusyawarah khusus untuk wanita yang dipimpin oleh Bundo Kanduang (Ratu/Permaisuri).

Di sini terdapat tiga langgam (tingkat). Langgam pertama digunakan untuk musyawarah dan rapat. Tempat beristirahat khusus Bundo Kanduang di sebut Langgam kedua. Dan Langgam ketiga digunakan untuk tempat tidur Bundo Kanduang.

3. Anjuang Rajo Babandiang

Anjuang Rajo Babandiang digunakan sebagai tempat sidang yang dipimpin oleh raja dan ratu. Anjuang Rajo Babanding ini terletak pada pangkal rumah, yaitu disebelah kanan istana di lantai pertama.

Di sini terdapat tiga langgam (tingkat). Langgam pertama digunakan untuk sidang. Tempat beristirahat khusus Raja dan Bundo Kanduang (Ratu) di sebut Langgam kedua. Dan Langgam ketiga digunakan untuk tempat tidur Raja dan Bundo Kanduang.

4. Anjuang Paranginan

Anjuang Paranginan merupakan tempat yang digunakan oleh putri raja yang belum menikah untuk bercengkrama. Lokasinya berada di lantai kedua.

5. Singgasana Raja dan Ratu

Jika anda masuk dan berada di lantai pertama, anda akan melihat foto Sutan Alam Bagagarsyah yang merupakan raja Kerajaan Pagaruyung. Di sinilah lokasi Singgasana yang digunakan oleh Raja dan Ratu (Bundo Kanduang) dalam mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan istana dan pemerintahan.

Bundo Kanduang juga biasa duduk di sini untuk melihat dan mengatur kondisi di dalam istana.

6. Bilik

Bilik merupakan sebuah kamar yang dihuni oleh putri-putri raja yang telah menikah dan bekeluarga. Bilik ini juga diatur, mulai dari kanan untuk putri raja yang tertua. Sampai ke ujung kiri untuk adik-adik putri raja yang telah menikah juga.

Bilik paling kanan disebut juga pangkal rumah, dan yang paling kiri di sebut ujung rumah.

7. Mahligai

Mahligai merupakan sebuat tempat yang digunakan untuk menyimpan benda-benda kebesaran raja. Benda tersebut di simpan dalam sebuah peti yang diberi nama Aluang Bunian. Lokasinya berada di lantai tiga.

6 Bangunan Di Halaman Istana Pagaruyung

1. Surau

Sudah ada sebuah bangunan yang berbentuk musholla, orang Minangkabau menyebutnya “Surau”. Surau ini berada dibelakang istana, yang digunakan oleh putra raja sebagai tempat belajar mengaji (Belajar Al-Quran). Putra raja yang telah berusia 7 tahun dan akil baliq akan disuruh untuk tinggal dan belajar di Surau.

Putra raja tidak hanya belajar mengaji, mereka juga akan di berikan pendidikan berupa ilmu adat, sejarah, seni budaya sampai dengan ilmu beladiri.

2. Dapua

Tempat untuk memasak yang lebih dikenal dengan sebutan dapur juga sudah ada. Orang Minangkabau menyebutnya dengan “Dapua”. Dapua ini dibagi menjadi dua ruangan. Ruangan pertama untuk menyimpan alat-alat kebutuhan memasak dan dijadikan sebagai pusat untuk kegiatan memasak. Sedangkan ruangan kedua dijadikan untuk tempat duduk para dayang yang bertugas untuk memasak.

3. Rangkiang Patah Sambilan

Pada bagian halaman depan istana, terdapat Rangkiang yang diberi nama “Rangkiang Patah Sambilan”. Rangkiang ini digunakan oleh masyarakat Minang sebagai tempat menyimpan hasil panen padi.

Bentuk Rangkiang dibuat mengikuti bentuk rumah gadang dengan atap bergonjong yang terbuat dari ijukdan lantainya ditinggikan dari atas tanah.

Dindingnya terbuat dari anyaman bambu tanpa jendela dan pintu. Pada salah satu dinding singkok atau loteng, terdapat bukaan kecil berbentuk persegi tempat memasukkan padi hasil panen. Untuk menaikinya, digunakan tangga yang terbuat dari bambu. Tangga ini dapat dipindahkan bila tidak digunakan dan disimpan di bawah kolong rangkiang.

4. Tabuah

Bedug atau masyarakat Minangkabau menyebutnya dengan Tabuah juga sudah ada di halaman depan istana. Tabuah ini diberi nama “Tabuah Larangan”. Tabuah Larangan ini dibuat 2 buah dengan fungsi yang berbeda.

Tabuah Larangan pertama diberi nama Gaga Di Bumi. Tabuah ini boleh dibunyikan jika terjadi suatu peristiwa yang sangat besar. Seperti kebakaran, longsor, dan bencana alam lainnya.

Tabuah Larangan kedua diberi nama Mambang Di Awan. Tabuah ini dibunyikan jika ada rapat atau musyawarah untuk memanggil aparatur pemerintahan kerajaan istana.

5. Pincuran Tujuah

Terdapat juga sebuah pincuran yang diberi nama “Pincuran Tujuah” dengan 7 buah pincuran. Pincuran ini digunakan sebagai kolam tempat pemandian keluarga raja. Juga sudah terdapat jamban tradisonal.

6. Tanjuang Mamutuih

Di beri nama Tanjuang Mamutuih karena lokasi ini digunakan sebagai tempat bermain anak raja. Di lokasi bermainnya anak-anak raja ini juga terdapat sebuah pohon beringin.

Lokasi

Untuk menuju istana pagaruyung dari bandara international minang kabau anda bisa naik naik taksi,rental mobil atau mini bis.

setelah anda sampai di istana pagaruyung  ada beberapa hal seru yang bisa anda lakukan :

  1. Menyewa pakai adat minang kabau untuk berfoto-foto 
  2. Belajar Sejarah Minang Kabau dengan melihat berbagai macam benda peninggalan sejarah minang kabau
  3. Menaiki kereta odong-odong untuk berkeliling di kawasan istana 
  4. Melihat keindahan istana pagaruyung dari atas bukit bungsu 
  5. berkemah bagi anda yang suka berkemah yaitu di belakang istana 
  6. Naik Kuda, anda bisa berkeliling naik kuda ke arena yang sudah si siapkan
  7. Mencoba berbagai kuliner khas pagaruyung
  8. Menyaksikan keindahan matahari terbenan
  9. Bermain Bersama badut

Semoga artikel wisata budaya ini bermamfaat dan menamah wawasan anda tentang destinasi wisata yang ada di sumatera barat.

 

sumber : minangtourism

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *